Dari Ruang Kelas, Menyalakan Lentera Pengawasan: Bawaslu Tanah Bumbu Tanamkan Semangat Demokrasi kepada Generasi Muda
|
Tanah Bumbu 31/08/26 — Demokrasi tidak hanya tumbuh di ruang-ruang pemerintahan, tetapi juga di ruang kelas, tempat generasi muda belajar memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Semangat itulah yang dibawa Kordiv HP2H bersama Staf Divisi HP2H Bawaslu Kabupaten Tanah Bumbu saat melaksanakan sosialisasi Pendidikan Pengawas Partisipatif kepada siswa SMK Al Hidayah Batulicin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam menumbuhkan kesadaran pengawasan sejak dini, khususnya di kalangan pelajar sebagai calon pemilih dan generasi penerus demokrasi.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal lebih dekat pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan demokrasi. Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Membangun Kesadaran dari Bangku Sekolah
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di lingkungan SMK Al Hidayah Batulicin dengan menghadirkan materi edukatif mengenai pengawasan partisipatif. Penyampaian materi dilakukan secara langsung di dalam kelas sehingga para siswa dapat berinteraksi, berdiskusi, serta memahami pentingnya menjadi bagian dari pengawasan demokrasi.
Bawaslu Tanah Bumbu memandang pelajar memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi. Dengan pengetahuan yang diberikan sejak bangku sekolah, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi di sekitarnya.
“Pengawasan partisipatif bukan hanya tentang mengawasi, tetapi bagaimana kita membangun kepedulian bersama terhadap proses demokrasi. Generasi muda memiliki peran penting karena merekalah yang akan menjadi bagian dari masa depan demokrasi.”
— Kordiv HP2H Bawaslu Kabupaten Tanah Bumbu
Dari Siswa, Untuk Demokrasi yang Lebih Baik
Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi ruang untuk memperkenalkan bahwa demokrasi membutuhkan mata dan telinga masyarakat. Pelajar dapat mengambil peran sederhana dengan memahami aturan, mengenali potensi pelanggaran, serta berani menyampaikan informasi kepada pihak yang berwenang apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu.
“Kami ingin siswa memahami bahwa demokrasi bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Dari lingkungan sekolah pun nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan keberanian menyampaikan kebenaran sudah dapat ditanamkan.”
— Perwakilan Divisi HP2H Bawaslu Kabupaten Tanah Bumbu
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Tanah Bumbu berharap pendidikan pengawasan tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas. Lebih jauh, pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.
Sebab, demokrasi yang sehat tidak lahir hanya dari aturan, tetapi dari kesadaran orang-orang yang menjaganya.
Dari ruang kelas SMK Al Hidayah Batulicin, langkah kecil itu dimulai. Menanam pengetahuan hari ini, menumbuhkan kepedulian esok hari, demi demokrasi yang semakin kuat di masa depan.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Tanah Bumbu